Tampilkan postingan dengan label Tips - Tips menarik seputar software. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips - Tips menarik seputar software. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juli 2012

cara (Mudah) Mempercepat Windows 7



Berikut beberapa tips optimalisasi yang  bersumber dari sini , semoga bermanfaat:
1. Hapus program atau software yang tidak pernah Anda gunakan
Komputer atau laptop baru seringkali sudah dilengkapi dengan berbagai program yang belum tentu bisa dipakai, seperti program-program versi trial atau versi terbatas yang sengaja diinstal kedalam komputer untuk Anda coba dan jika Anda suka, Anda bisa membelinya. Jika Anda tidak menyukainya, hapus saja software semacam ini. Karena software itu akan memakan resource Anda, baik di harddisk maupun memory.
Perhatikan juga aplikasi-aplikasi yang tidak pernah Anda pakai. Kita mungkin terbiasa membiarkan beberapa program yang pernah kita install di waktu yang lalu, tapi mungkin sudah tidak pernah menggunakannya lagi. Cari aplikasi semacam ini dan uninstall saja.
Periksa juga aplikasi antivirus, backup, pembaca CD, dan lain-lain. Aplikasi semacam ini biasanya dipanggil saat startup, tinggal di memory dan membuat komputer Anda terasa lambat. Jika Anda tidak membutuhkannya sebaiknya dihapus saja.
Masuk ke Control Panel -> Add or Remove Programs, uninstall program yang tidak Anda pakai.
2. Batasi program yang dipanggil saat booting / startup
Beberapa developer membuat program mereka dipanggil saat startup, supaya kita ingat untuk menggunakannya. Tapi seringkali program-program itu belum tentu berguna buat Anda. Lihat icon-icon di sebelah kanan bawah di samping jam, program aplikasi apa saja yang ada disana? Apakah Anda membutuhkannya? Jika tidak, cari settingnya supaya program tersebut tidak dipanggil saat startup.
Program yang umum dipanggil saat startup, antara lain:
- Messenger (YM, MSN, Skype)
- Antivirus
- Aplikasi touchpad (untuk laptop / notebook)
- Aplikasi terjadwal otomatis (update, backup, defrag, dll)
Cari setting di program-program itu supaya tidak dipanggil saat startup windows. Atau tekan ke: start -> ketik ‘msconfig’ di kolom search, klik tab ‘Startup’, hilangkan centang di program yang Anda ingin singkirkan dari Startup.
3. Defragment Harddisk
Jika kita sering meng-install atau menghapus program, atau memindahkan file / folder berukuran besar, maka harddisk akan meninggalkan sebagian kecil dari program dan ini bisa tersebar dimana-mana di dalam harddisk. Akibatnya ketika kita memanggil file atau program tertentu, harddisk bekerja extra untuk mencari file atau program yang diperlukan. Keadaan ini disebut dengan ‘fragmented’ atau fragmentasi.
Fragmentasi pada harddisk membuat komputer bekerja lebih keras, karena harddisk mencari data / file / program di lokasi yang terpencar-pencar. Solusinya, lakukan defragm secara berkala supaya harddisk Anda bekerja lebih efisien. Tekan Start -> ketik ‘Disk Defragmenter’ di kolom search.
4. Bersihkan harddisk
File-file yang tidak terpakai memenuhkan harddisk dan bisa membuat komputer / laptop Anda menjadi lambat. Buang file-file di recycle bin, temporary folder dan cache internet browser.
5. Hindari menjalankan banyak program dalam waktu yang bersamaan
Jika Anda tidak benar-benar perlu, jalankan sesedikit mungkin aplikasi secara bersamaan. Aplikasi yang berjalan bersama-sama (multitasking) tentu akan memakan resource lebih banyak.
6. Matikan efek-efek visual
Jika Windows 7 terasa lambat, Anda bisa mematikan beberapa efek visual. Anda mesti memilih tampilan yang bagus atau kecepatan. Jika komputer / notebook Anda dilengkapi dengan prosesor yang cepat dan memory yang besar, maka Anda tidak perlu melakukan hal ini. Tapi jika Anda tidak puas dengan performa komputer Anda, berikut ini cara mematikan efek visual:
- Buka Performance Information and Tools dengan cara, tekan Start – Control Panel, di search box (kotak pencarian) masukan Performance Information and Tools, dan pilih Performance Information and Tools dari hasil pencarian
- Pilih Adjust visual effects, klik tab Visual Effects, dan klik Adjust for best performance dan kemudian klik OK. Atau Anda bisa memilih Let Windows choose what’s best for my computer, supaya tampilannya tidak terlalu turun drastis.
7. Lakukan restart
Jika Anda jarang mematikan komputer / notebook Anda, lakukan Restart secara periodik. Beberapa orang lebih suka mematikan laptop melalui hibernate atau standby, supaya jika ingin menggunakannya lagi, laptop bisa dinyalakan lebih cepat. Tapi cara itu akan menumpuk data di memory, sehingga laptop makin lama, makin terasa lambat. Jika Anda termasuk golongan ini, lakukan Restart lebih sering.
8. Cek virus dan spyware
Virus dan spyware seringkali juga menyebabkan komputer terasa lambat, karena virus dan spyware biasanya dipanggil pada saat booting dan tinggal di memory. Bahkan beberapa virus sengaja memenuhi memory Anda dan memperlambat kerjanya.
Gunakan antivirus dan antispyware untuk men-scan komputer Anda.
9. Tambahkan memory & kecepatan prosesor Anda
Jika Anda merasa telah melakukan langkah-langkah 1 sampai 7 dan tetap merasa lambat. Anda perlu memeriksa spesifikasi laptop / komputer Anda. Apakah spesifikasinya sudah memenuhi spesikasi yang direkomendasikan oleh Microsoft? Jika ternyata spesifikasi Anda masih belum memenuhi, upgrade memory Anda atau upgrade komputer Anda dengan Prosesor yang lebih cepat.
10. Matikan Service yang tidak diperlukan
Banyak Service di Windows 7 yang tidak setiap hari kita perlukan. Services semacam ini sebaiknya di nonaktifkan. Me-nonaktifkan service yang tidak diperlukan dapat meningkatkan kecepatan booting system. Ada dua macam pilihan untuk menonaktifkan service, yang pertama adalah menonaktifkan total (disable), yang kedua adalah men-set-nya menjadi manual. Cara yang kedua ini lebih aman, karena Anda dapat mengaktifkannya sewaktu-waktu Anda perlu.
Services dibawah ini dapat di non-aktifkan (set menjadi manual):
- Application Experience
- Computer Browser (Jika Anda tidak bekerja dalam jaringan)
- Desktop Window Manager Session Manager (Jika Anda tidak menginginkan Efek Aero)
- Diagnostic Policy Service
- Distributed Link Tracking Client
- IP Helper
- Offline Files
- Portable Device Enumerator Service
- Print Spooler (Jika Anda tidak punya printer)
- Protected Storage
- Remote Registry (Non-aktifkan untuk meningkatkan keamanan)
- Secondary Logon
- Security Center
- Server (Jika Anda tidak menjalankan jaringan komputer)
- Tablet PC Input Service
- TCP/IP NetBIOS Helper
- Themes ( Jika Anda menggunakan Classic Theme)
- Windows Error Reporting Service
- Windows Media Center Service Launcher
- Windows Search (Jika Anda jarang menggunakan fasilitan Search)
- Windows Time (Jika Anda tidak ingin penunjuk waktu di komputer di update secara otomatis melalui internet)
Ikuti petunjuk dibawah ini untuk menon-aktifkan Service (set Service ke manual):
- Buka Control Panel -> klik Administrative Tools -> Services. Atau tekan Start, ketikkan service.msc di kolom search, tekan Enter.
- Jika ada pemberitahuan dari UAC, tekan Continue, dan jika diperlukan masukan password administrator
- Klik kanan pada Service yang ingin Anda ubah statusnya, klik Properties.
- Sekarang Anda bisa mengeset Service yang Anda inginkan menjadi Manual.
- Tekan OK, kemudian lakukan Reboot.
11. Sesuaikan jumlah Core Prosesor
Windows 7 hanya menggunakan satu macam Core untuk proses booting. Dengan mengubah jumlah Core yang digunakan, Anda dapat mengurangi waktu booting.
- Tekan Start dan masukan msconfig di kolom Run
- Klik tab Boot dan klik Advanced options
- Cek jumlah Core prosesor Anda, dan masukan jumlahnya ( biasanya 2, 4 atau 8 )
- Klik OK dan Apply, kemudian Reboot
12. Mempercepat waktu Kill Processes
Shutdown Windows 7 lebih cepat dibandingkan Vista maupun XP, namun ini dapat ditingkatkan lagi dengan cara melakukan perubahan di Registry untuk mengurangi waktu tunggu yang diperlukan untuk melakukan Kill Processes
- Klik Start, ketik regedit dan tekan Enter
- Masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control
- Di jendela kanan, klik kanan di WaitToKillServiceTimeOut dan klik Modify
- Defaultnya adalah 12000 (12 detik), tapi Anda dapat mengubahnya menjadi lebih cepat, masukan angka 2000-20000 (2-20 Detik)
- Klik OK dan Reboot

Jumat, 18 Mei 2012

Cara Mengetahui Dan Melihat Versi Vga Komputer




Vga Card Atau Kartu grafis adalah salah satu komponen penting di satu unit komputer yang sangat vital untuk anda ketahui dari komputer anda.
Lalu, Bagaimana caranya melihat  Dan Mengetahui tentang Vga Card Di Komputer ?
Jika pertanyaan seperti itu di lontarkan, sebenarnya jawaban untuk pertanyaan ini sangat mudah, tapi juga sangat sulit hehe.. mudah bagi yang sudah tau, sulit bagi yang belum tau. ya kan ? hehe, Di sini akan saya bahas mengenai Hal tersebut.


Klik menu "run" lalu ketikan " dxgiag" ( tanpa tanda " ) anda bisa melihatnya di sana.

Atau kalau anda masih merasa bingung, saya menyarankan menggunakan software GPU-ID, Anda bisa mendownloadnya di bawah ini:
GPU-ID - 917.3 KB

Jika sudah selesai mendownload, buka aplikasinya. lalu secara otomatis semua tentang VGA card anda akan terpampang jelas di hadapan anda, seperti gambar di atas.

Semoga Bermanfaat ^.^

TIPS CARA MENGINSTAL WINDOWS XP SP3 DI PC



Windows XP SP3 ( Service Pack 3 ) adalah kelanjutan dari windows SP2, walaupun kini sudah ada windows 7, tetapi tidak sedikit orang yang kecewa dengan OS Win 7 dan memilih kembali ke XP.
Dan untuk anda yang ingin menginstal os Xp SP3 ini, berikut saya berikan tutorial cara penginstalannya di pc atau notebook anda.

Mengisntall XP SP3 di PC anda bisa anda lakukan dengan cara sbb:
–pada prinsipnya install itu sama caranya yaitu dengan memulai setting boot.
–on kan PC dan saat mulai timbul tulisan dilayar monitor tekan dell, atau f2 tergantung spesifikasi BIOS anda-nanti akan terbuka halaman BIOS dan set tekan panah kanan pada keyboard menuju BOOT, arahkan lagi pada boot priority dan pilih opsi CD/DVD dengan menekan tanda + pada bagian numlock keyboard(biasanya ditulis jenis CD/DVD, tapi bukan merek) .
–escape,……..>exit….>(masukkan cd XP SP3 ke CD/DVD) lalu tekan …………>enter
(opsi ini juga ada pakai opsi f10, jadi tegantung BIOS)
–saat computer restart akan muncul kalimat “boot from CD/DVD” lalu tekan sembarang key pada keyboard.
Biarkan sampai nanti enter atau f3, lalu tekan enter
–Biarkan lagi hingga muncul perintah menekan f8, dan perintah lainnya dan tekan f8
–tunggu hingga timbul pilhan “enter” untuk instal, R untuk repair dan f3 untuk batal.
(tekan enter kalau c dalam keadaa kosong atau berisi tapi bukan XP SP3 atau bisa juga berisi XP SP3 tapi mau diganti baru, tekan R kalau untuk repair(sebelumnya sudah mengistall XP SP3, tapi karena sesuatu hal system bermasalah)
–kalau yang dipilih R maka install akan jalan sebagaimana biasa(hanya mungkin ada pilihan Yes. load……… dan No. load………., pilih saja yang No.)
–Kalau pilih enter berarti clean install, dan anda akan diminta memilih partisi mana yang anda pakai.
pilih saja C, dan anda akan disuruh untuk men Delete partisi, tekan saja perintah delete dan selanjutnya akan ada pilihan untuk membuat partisi karena status C tadi sudah Raw.
Ketik C utk Create dan pilih lagi C tadi dan anda akan diminta untuk format dgn perintah format(perhatikan kode dibawahnya utk perintah format)
Format akan berjalan.dan membuat list copy, serta copy files.Setelah selesai PC akan restart sendiri dan akan ditemui perintah tekan sembarang key, biarkan saja dan prose install akan berjalan.Biarkan sampai ada perintah masukkan CD key,
Biarkan lagi sampai ada perintah membuat nama account, silakan isi, selanjutnya ada perintah password, biarkan saja klik next, biarkan dan nanti anda akan sampai pada pengaturan country, date & time…

Tips Agar Mozilla Firefox Tidak Lemot




Buat para pengguna Mozilla Firefox apalagi dengan komputer yg memory RAM-nya pas²an ato kecil pasti sering mengeluh karena perfomance komputer menjadi berat dan lebih lambat. Dan sudah bukan rahasia umum lagi kalo browser yg dikatakan "tercepat & terbaik" ini sangat boros dan rakus memory.

Berikut adalah tips agar Firefox Anda menjadi lebih ringan :

Langkah pertama, buka firefox dan ketikkan about:config pada address.

1. Batasi Kapasitas Cache Memori
Setiap kali Anda membuka sebuah halaman web, Firefox otomatis akan menyimpannya dalam cache memori. Secara default Firefox menggunakannya sebesar jumlah maksimal RAM yang Anda miliki. Itulah mengapa semakin banyak Anda membuka web, memori komputer Anda semakin habis. Untuk membatasinya tambahkan opsi: browser.cache.memory.capacity. Caranya klik kanan, New > Integer. Ketik browser.cache.memory.capacity, enter, masukkan angka 2048. 2048 disini artinya gunakan cache memori maksimal hanya 2 Mega. Anda bisa coba - coba dengan angka yang lain, namun usahakan merupakan kelipatan dari 1024.

2. Batasi Kapasitas Cache History
Sama seperti cache memori, hanya bedanya peruntukan cache disini oleh Firefox lebih ditujukan untuk mempercepat loading halaman saat Anda menekan tombol back dan forward pada browser. Apabila Anda jarang memakai back dan forward, ada baiknya Anda set dengan nilai kecil guna menghemat memori. Pada filter ketikkan: browser.sessionhistory.max_total_viewers, ubah nilai -1 menjadi 3. Default -1 artinya gunakan semaksimal RAM yang ada. hmm.. nilai default dari Firefox benar-benar rakus bukan?

3. Batasi Kapasitas Cache Disk
Secara default Mozilla menset ukuran cache disk sebesar 50 Mega. Tentunya ini pemborosan memori. Mensetnya menjadi 2 MB dapat memberikan performa yang positif khususnya bagi komputer dengan memori dibawah 128 MB dan harddisk model lama. Pada filter ketikkan: browser.cache.disk.capacity, ubah nilai 50000 menjadi 2000.

4. Batasi Extension/Add-Ons
Semakin banyak add-ons yang Anda gunakan, semakin besar RAM yang dihabiskan. Disable add-ons yang kurang Anda gunakan. Untuk membandingkan performa memori yang digunakan saat menggunakan dan tanpa add-ons dapat dilakukan dengan mencoba menjalankan Firefox pada kondisi safe-mode. Caranya dengan perintah: $ firefox -safe-mode. Pada pilihan yang muncul pastikan Anda beri tanda pada opsi: Disable all add-ons.

5. Disable Flash
Tahukah anda bahwa animasi flash yang di load saat Anda membuka web memakan resource RAM yang lumayan besar? Konsekuensinya adalah waktu loading menjadi lebih lambat dan berat. Bahkan pada plugin flash sebelum versi 9, resource RAM yang dipakai merupakan akumulasi dari jumlah flash yang dibuka sebelumnya. Gerah? Ada baiknya anda disable flash. Silahkan download dan install flashblock addon disini (untuk firefox > 1.5.5)

6. Disable Download History
Sebaiknya anda nonaktifkan fitur history ini. Karena semakin banyak download history yang disimpan, maka akan menurunkan performa Firefox. Apalagi bila media penyimpannya pada media removeable seperti disket. Caranya mudah, pilih menu Tools > Options > Privacy. lalu hilangkan pilihan pada “Remember what I’ve downloaded”

7. Load Yang Perlu Saja
Secara default Firefox tanpa kita sadari merusaha melakukan pre-download pada link halaman web yang mungkin akan kita klik. Hal ini meniru taktik Google yang mencache terlebih dahulu result pertama dari link pencarian yang dia temukan. Tentu cara ini hanya memboroskan bandwdith, dan performa CPU. Untuk menonaktifkan fitur ini ketik pada filter: network.prefetch-next, klik dua kali, agar nilainya menjadi false.

8. Download dan Segera Tampilkan.
Tips ini mungkin berguna buat yang tidak sabaran. Umumnya firefox akan menunggu beberapa saat setelah download untuk mulai menampilkan halaman yang dituju. Untuk memaksa Firefox agar segera menampilkan halaman web yang didownloadnya Anda bisa menset nilai: nglayout.initialpaint.delay menjadi 0. Apabila belum ada silahkan klik kanan, new > integer > nglayout.initialpaint.delay

9. Mengaktifkan Fitur config.trim_on_minimize.
Caranya klik kanan, new > boolean, ketikkan config.trim_on_minimize. Set nilainya True. Dengan cara ini setiap kali Firefox di minimize, otomatis memori yang di pakai akan dilepas / dibebaskan, sehingga dapat dipakai untuk proses aplikasi lainnya.

OK, apabila langkah - langkah diatas telah Anda kerjakan, langkah terakhir adalah me-restart Firefox kesayangan Anda.

Catatan:
Untuk melihat besar cache memory yang digunakan Firefox saat ini, dapat dilihat dengan mengetikkan about:cache pada url browser.